Panca Waluya: Menuju ASN Jawa Barat Unggul dan Berkarakter
Sebuah filosofi Sunda sebagai landasan pembentukan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sehat, baik, benar, pintar, dan tangkas/kreatif.
Lima Pilar Panca Waluya
Cageur
(Sehat)
Bageur
(Baik)
Bener
(Benar)
Pinter
(Pintar)
Singer
(Tangkas/Kreatif)
Cageur (Sehat)
Sehat secara komprehensif, mencakup kesehatan fisik (jasmani), mental (jiwa), dan spiritual (rohani). Kesehatan dipandang sebagai modal mutlak untuk menunjang segala aktivitas kehidupan dan kinerja.
Mewujudkan ASN yang prima secara fisik dan mental, mendukung kesejahteraan holistik untuk kinerja optimal dan pelayanan publik yang berkualitas. ASN yang cageur adalah aset penting bagi birokrasi yang produktif.
Bageur (Baik/Berbudi Pekerti)
Memiliki perilaku yang baik, berbudi pekerti luhur, ramah, sopan, jujur, kredibel, dan dapat dipercaya. Perilaku baik diyakini akan membawa kebaikan lainnya dan menjadi modal sosial yang kuat.
Membangun budaya pelayanan prima yang humanis dan beretika. Menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, suportif, dan kolaboratif. Memperkuat integritas dan kepercayaan publik terhadap ASN. Sejalan dengan nilai BerAKHLAK: Berorientasi Pelayanan, Harmonis.
Bener (Benar/Jujur/Adil)
Bertindak selaras dengan kebenaran, kejujuran, dan keadilan. Menempatkan segala sesuatu sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku (agama, norma sosial, peraturan pemerintah) serta menghormati keberagaman.
Menguatkan integritas, akuntabilitas, dan loyalitas ASN dalam menjalankan tugas. Menjadi dasar tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan bebas dari KKN. Sejalan dengan nilai BerAKHLAK: Akuntabel, Loyal.
Pinter (Pintar/Cerdas)
Pintar atau cerdas, tidak hanya dalam kemampuan akademik tetapi juga dalam berbagai aspek kecakapan hidup. Mampu berpikir kritis, menjadi pribadi yang solutif dan kreatif dalam menghadapi berbagai persoalan.
Mendorong ASN untuk terus belajar (lifelong learning), meningkatkan kompetensi teknis dan non-teknis. Mengembangkan kapabilitas untuk beradaptasi dengan perubahan zaman dan memberikan solusi inovatif bagi permasalahan publik. Sejalan dengan nilai BerAKHLAK: Kompeten, Adaptif.
Singer (Tangkas/Kreatif/Mawas Diri)
Memiliki makna tangkas, terampil, cekatan, responsif, kreatif, inovatif, dan juga mawas diri (sadar diri). Mampu melakukan evaluasi diri secara berkelanjutan, tidak mudah puas, dan terus berupaya mengembangkan diri serta berkontribusi positif.
Menciptakan ASN yang proaktif, adaptif, dan responsif terhadap dinamika perubahan. Mendorong inovasi dalam pelayanan dan proses kerja. Membangun budaya kolaborasi dan evaluasi diri untuk perbaikan berkelanjutan. Sejalan dengan nilai BerAKHLAK: Adaptif, Kolaboratif.
Sinergi Panca Waluya dan Nilai ASN BerAKHLAK
Meskipun Panca Waluya berakar dari kearifan lokal Sunda dan implementasi formalnya lebih banyak di sektor pendidikan, nilai-nilainya memiliki keselarasan yang kuat dengan Core Values ASN Nasional "BerAKHLAK" (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif). Panca Waluya dapat memperkaya dan memberikan konteks budaya yang mendalam bagi ASN Jawa Barat dalam menghayati dan mengamalkan nilai-nilai BerAKHLAK, mendukung terwujudnya birokrasi yang profesional, berintegritas, dan melayani.
| Pilar Panca Waluya | Makna Kunci | Korelasi dengan BerAKHLAK |
|---|---|---|
| Cageur | Sehat fisik, mental, spiritual. | Mendukung kinerja optimal (Kompeten). |
| Bageur | Baik, berbudi pekerti, ramah. | Berorientasi Pelayanan, Harmonis. |
| Bener | Benar, jujur, adil, berintegritas. | Akuntabel, Loyal. |
| Pinter | Pintar, cerdas, solutif. | Kompeten, Adaptif. |
| Singer | Tangkas, kreatif, inovatif, mawas diri. | Adaptif, Kolaboratif. |